Penyakit Autoimun (Autoimmune Disease)

Penyakit Autoimun (Autoimmune Disease)

Tuesday, Jul 14, 2020 0 comment(s)

Penyakit Autoimun (Autoimmune Disease)

Apakah penyakit Autoimun ?
Penyakit autoimun terjadi ketika sistem pertahanan alami tubuh tidak dapat membedakan antara sel-sel kita sendiri dan sel-sel asing, sehingga menyebabkan tubuh secara keliru menyerang sel-sel normal kita sendiri.  Para ahli dan peneliti tidak yakin mengapa penyakit autoimun bisa terjadi atau mengapa wanita lebih banyak terkena penyakit ini dari pada pria.  Ada banyak faktor yang mempengaruhi autoimunitas, baik secara genetik maupun secara lingkungan.
 

Jenis - Jenis Penyakit Autoimun Yang Umum Ditemukan
Ada lebih dari 80 jenis penyakit autoimun yang dapat mempengaruhi berbagai bagian tubuh.
Berikut ini adalah yang paling umum ditemukan :

  • Diabetes tipe 1 (Type 1 Diabetes)
    Pankreas pada tubuh kita akan menghasilkan hormon insulin, yang membantu mengatur kadar gula dalam darah kita.  Pada penyakit diabetes mellitus tipe 1, sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin di pankreas terebut sehingga gula darah menjadi tinggi dan dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah serta organ-organ lainnya seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf.
     
  • Rheumatoid Arthritis (RA)
    Pada rheumatoid arthritis (RA), sistem kekebalan tubuh menyerang persendian.  Hal ini akan menyebabkan kemerahan, nyeri, dan kekakuan pada persendian.
    Tidak seperti penyakit 'osteoarthritis', yang biasanya menyerang ketika kita semakin tua, penyakit RA ini dapat dimulai pada usia 30-an atau bisa lebih cepat.
     
  • Psoriasis / Radang Sendi Psoriatik
    Sel-sel kulit biasanya tumbuh dan kemudian luruh ketika sel-sel tersebut sudah tidak lagi dibutuhkan.  Psoriasis menyebabkan sel-sel kulit berkembang/tumbuh sangat cepat.  Sehingga akan terjadi kelebihan sel-sel kulit dan sel-sel  tersebut akan menumpuk dan membentuk bercak merah yang meradang yang pada akhirnya kulit menjadi tebal dan bersisik.

    Hampir sepertiga persen penderita ‘Psoriasis’ juga mengalami pembengkakan, kekakuan, dan nyeri pada persendian mereka seperti terjadi pada kasus RA.  Sehingga bentuk penyakit ini disebut 'Arthritis Psoriatik'.
     
  • Systemic Lupus Erythematosus (SLE)
    Walaupun pada awalnya penyakit 'Lupus' ini digambarkan sebagai penyakit kulit karena adanya ruam yang biasanya timbul pada kulit kita.  Tapi pada kenyantaannya penyakit Lupus ini sangat mempengaruhi/merusak banyak organ penting didalam tubuh kita seperti persendian, ginjal, otak, dan jantung.
    Nyeri sendi, kelelahan, dan ruam adalah gejala awal yang paling umum pada penyakit Lupus (SLE) ini.
     
  • Penyakit Tiroid (termasuk juga penyakit Graves)
    Pada penyakit ini, tubuh membuat terlalu banyak hormon tiroid (hipertiroidisme) atau dimana bisa juga tubuh tidak membuat cukup hormon tiroid (disebut juga penyakit Tiroiditis Hashimoto).
    Gejala yang umum adalah kenaikan berat badan, kepekaan terhadap dingin, kelelahan, dan pembengkakan tiroid (gondok).
     

  • Penyakit Celiac (Celiac Desiase)
    Orang dengan penyakit celiac ini tidak bisa makan makanan yang mengandung ‘gluten’ yaitu protein yang ditemukan dalam gandum, gandum hitam, dan produk biji-bijian lainnya. Ketika gluten ada di usus kecil, sistem kekebalan menyerang bagian saluran pencernaan dan akan menyebabkan peradangan.
    Tapi ada juga kasus sensitivitas terhadap gluten yang bukan termasuk penyakit autoimun tetapi dapat memiliki gejala yang sama seperti diare dan nyeri perut
     

  • Vaskulitis Autoimun
    Vasculitis autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang pembuluh darah. Peradangan yang terjadi dapat mempersempit pembuluh darah dan arteri, sehingga mengurangi jumlah darah yang melalui pembuluh darah tersebut.
     
  • Penyakit Radang Usus (Inflammatory Bowel Disease)
    Inflammatory bowel disease (IBD) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi yang menyebabkan peradangan pada lapisan dinding usus. Setiap jenis IBD mempengaruhi bagian ‘saluran pencernaan’ yang berbeda seperti :
    - Penyakit Crohn dapat memberikan peradangan saluran pencernaan dari mult mulut sampai dengan anus.
    - Sementara penyakit Kolitis Ulseratif hanya menginfeksi lapisan usus besar dan anus

  • Sklerosis ganda (Multiple Sclerosis)
    Multiple Sclerosis (MS) merusak selubung ‘mielin’, lapisan pelindung yang mengelilingi sel-sel saraf di sistem saraf pusat kita.  Kerusakan pada selubung mielin akan memperlambat kecepatan pengiriman pesan antara otak dan sumsum tulang belakang ke dan dari seluruh tubuh kita.
    Kerusakan ini dapat menyebabkan gejala seperti mati rasa, lemah, masalah keseimbangan, dan juga kesulitan berjalan.  Hampir setengah dari jumlah orang yang terkena MS membutuhkan bantuan untuk berjalan setelah terkena panyakit ini dalam kurun waktu yang cukup lama.
     

  • Penyakit Addison (Addison’s disease)
    Penyakit Addison memengaruhi kelenjar adrenal, yang menghasilkan hormon kortisol, hormon aldosteron dan hormon androgen.  Terlalu sedikit kortisol dapat memengaruhi cara tubuh menggunakan dan menyimpan karbohidrat dan gula (glukosa).  Kekurangan aldosteron akan menyebabkan hilangnya natrium dan kelebihan kalium dalam aliran darah.
    Gejala penyakit addison meliputi kelemahan, kelelahan, penurunan berat badan, dan gula darah rendah.

 

Gejala Umum Penyakit Autoimun
Gejala umum dari banyak penyakit autoimun sangat mirip, seperti:

  • Kelelahan
  • Otot pegal
  • Nyeri sendi dan pembengkakan
  • Sering mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki
  • Ruam kulit
  • Nyeri perut atau masalah pencernaan
  • Demam ringan berulang
  • Kelenjar membengkak

Setiap penyakit autoimun juga dapat memiliki gejala yang berbeda seperti :

  • Diabetes tipe 1 menyebabkan rasa haus yang ekstrem, penurunan berat badan, dan kelelahan.
  • IBD menyebabkan sakit perut, kembung, dan diare.

Perlu dicatat gejala-gejala penyakit autoimun diatas bisa datang dan hilang seiring waktu.  Jika kita sehat dan tiba-tiba merasa lelah atau kaku atau menunjukan seperti gejala-gejala diatas, jangan remehkan itu.  Konsultasikan ke dokter untuk mengetahui lebih detail serta mengidentifikasi apakah penyakit autoimun penyebabnya.
 

Adakah Test Yang Mendiagnosis Penyakit Autoimun ?
Sampai saat ini tidak ada test khusus yang dapat mendiagnosis penyakit autoimun.  Dokter akan menggunakan kombinasi test dan analisa gejala serta pemeriksaan fisik untuk mendiagnosis penyakit autoimun.
Test Antibodi Anti-Nuklear (ANA) sering dipakai sebagai salah satu test ketika pasien menunjukan gejala penyakit autoimun.  Jika hasil test positif berarti ada kemungkinan kita mengidap salah satu dari penyakit autoimun dan ini akan dilanjutkan dengan test lainnya seperti mencari antibodi spesifik yang diproduksi oleh penyakit autoimun tertentu.  Dokter mungkin juga melakukan test untuk memeriksa peradangan yang terjadi di tubuh kita.  Dalam beberapa kasus yang cukup parah, biasanya perlu dilakukan biopsi jaringan.
 

Bagaimana Cara Mengobati Penyakit Autoimun ?
Belum ada obat atau pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit autoimun.  Biasanya dokter akan memberikan obat untuk dapat mengendalikan imun yang terlalu aktif dan menurunkan peradangan yang ada atau setidaknya mengurangi rasa sakit akibat peradangan seperti nyeri, bengkak, kelelahan, atau ruam kulit.

Faktor Risiko Penyakit Autoimun
Para peneliti belum menemukan apa yang menyebabkan penyakit autoimun, tetapi beberapa teori menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif akan menyerang sel tubuh lainnya setelah adanya infeksi atau cedera pada tubuh kita.  Ada beberapa faktor risiko tertentu yang akan meningkatkan kemungkinan gangguan autoimun :

  • Genetika : Gangguan tertentu seperti Lupus dan Multiple Sclerosis (MS) cenderung berjalan dalam keluarga.  Memiliki kerabat dengan penyakit autoimun meningkatkan risiko kita mempunyai penyakit autoimun juga.
  • Berat : Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko terkena rheumatoid arthritis atau radang sendi psoriatik.  Ini bisa jadi karena berat badan yang lebih besar memberi tekanan lebih besar pada sendi yang akan mendorong peradangan.
  • Merokok : Penelitian telah mengaitkan kebiasaan merokok dengan sejumlah penyakit autoimun seperti Lupus, Rheumatoid Arthritis (RA), Hipertiroidisme, dan Multiple Sclerosis (MS).

 

 

Sumber : Healthline’s Medical Affairs - USA
Diterjemahkan secara bebas oleh : Raja Alkes

 

Tags/penandaan:

Leave Your Comment