Vaksin Virus Corona : Sejauh Mana Perkembangannya ?

Vaksin Virus Corona : Sejauh Mana Perkembangannya ?

Wednesday, Aug 5, 2020 0 comment(s)

Vaksin Virus Corona

Kapan akan tersedia ?


Apa itu Vaksin ?
Vaksin adalah produk yang dapat melindungi kita dari berbagai jenis penyakit mulai dari penyakit yang ringan sampai penyakit yang berbahaya.  Berbeda dari kebanyakan obat-obatan yang mengobati atau menyembuhkan penyakit, vaksin mencegah kita dari penyakit.

Vaksin dan Sistem Kekebalan Tubuh Kita
Pada umumnya vaksin dibuat dengan menggunakan bagian dari kuman/virus yang telah mati atau dilemahkan (antigen).
Cara lainnya adalah dengan rekayasa genetik untuk mendapatkan antigen yang diperlukan dalam pembuatan vaksin.
Ketika kita mendapatkan vaksin, sistem kekebalan tubuh kita akan merespons vaksin dengan cara yang sama jika ada kuman/virus yang masuk dan menyerang tubuh kita :

  • Mengenali kuman/virus didalam vaksin sebagai sesuatu yang asing masuk kedalam tubuh kita.
  • Merespon dengan membuat antibodi untuk melawan dan menghancurkan kuman/virus yang masuk kedalam tubuh kita.
  • Setalah itu tubuh akan mengingat jenis kuman/virus yang masuk kedalam tubih kita dan cara melawannya.
    Dengan begitu jika kita pernah terkena kuman/virus penyebab penyakit yang sama di kemudian hari, sistem kekebalan tubuh kita akan dapat dengan cepat melawan kuman/virus tersebut sebelum memiliki kesempatan untuk membuat kita menjadi sakit.  Bagaimanapun juga jauh lebih aman memakai vaksin untuk pencegahan dari pada mendapatkan penyakit dikemudian hari karena kita takut untuk di vaksin.

     

Tahapan Pembuatan Vaksin Yang Perlu Kita Ketahui

Ada beberapa tahap dalam pembuatan vaksin yang biasanya dilakukan

  • PraKlinis
    Para ilmuwan akan memberikan vaksin kepada hewan percobaan untuk melihat apakah itu menghasilkan respons kekebalan terhadap tubuh hewan tersebut atau tidak.
     
  • FASE 1 – Uji Keamanan
    Para ilmuwan memberikan vaksin kepada sebaigan kecil orang/sukarelawan untuk menguji keamanan dan dosis serta untuk memastikan bahwa vaksin dapat membangkitkan sistem kekebalan tubuh.
     
  • FASE 2 - Perluasan Percobaan
    Para ilmuwan akan memberikan vaksin kepada ratusan orang/sukarelawan yang dipecah menjadi kelompok-kelompok tertentu seperti anak-anak, orang tua, dan lainnya.  Hal ini dilakukan untuk melihat apakah vaksin akan memberikan reaksi berbeda di setiap kelompoknya.  Uji coba ini juga menguji keamanan dan kemampuan vaksin untuk membangkitkan sistem kekebalan tubuh.
     
  • FASE 3 - Uji Kemanjuran
    Para ilmuwan memberikan vaksin kepada ribuan orang/sukarelawan terutama di tempat/daerah yang terkena wabah (dapat dilakukan di berbagai negara).  Uji coba ini dapat menentukan apakah vaksin dapat melindungi orang-orang terhadap virus.  Untuk vaksin dapat dianggap efektif setidaknya vaksin harus dapat melindungi 50% orang yang sudah divaksinasi.
     
  • PERSETUJUAN
    Regulator di setiap negara meninjau hasil uji coba dan memutuskan apakah akan menyetujui vaksin atau tidak.
     

Mempercepat Tahapan Pembuatan Vaksin

Secara umum tahapan pembuatan vaksin bisa berlangsung lama sampai beberapa tahun tapi dalam masa darurat seperti pandemi dimana vaksin sangat diperlukan maka ada beberapa cara untuk mempercepat tahapan pembuatan vaksin.

  • Menggabungkan Fase
    Salah satu cara untuk mempercepat pengembangan vaksin adalah dengan menggabungkan fase atau melakukan fase secara bersamaan/hampir bersamaan serta melibatkan juga berbagai negara untuk melakukan uji klinis
    Contohnya : fase 1 paralel dengan fase 2 atau fase 2 paralel dengan fase 3.
     
  • Menggunakan rekayasa genetik untuk antigen vaksin
    Menggunakaan rekayasa genetik akan mempercepat proses pembuatan antigen yang diperlukan oleh vaksin.  Kelemahannya adalah antigen hasil dari rekayasa genetik harus disimpan pada suhu yang sangat rendah.
     
  • Mempercepat Persetujuan vaksin
    Selama pandemi, vaksin dapat menerima otorisasi penggunaan darurat meskipun belum mendapatkan persetujuan resmi dari regulator/pemerintah.

 

Vaksin Virus Corona

Sampai dengan 3 Agustus 2020, para peneliti di seluruh dunia sedang mengembangkan lebih dari 165 vaksin untuk virus corona dan lebih dari 30 vaksin yang sedang dalam uji coba pada manusia. Vaksin biasanya membutuhkan penelitian dan pengujian selama beberapa tahun sebelum bisa digunakan untuk umum tetapi para ilmuwan berlomba untuk menghasilkan vaksin corona yang aman dan efektif pada tahun depan.
 

 

6 Vaksin Virus Corona Yang Saat Ini Sudah Pada Fase 3
 

Moderna mengembangkan vaksin berdasarkan messenger RNA/mRNA untuk menghasilkan protein virus dalam tubuh.  Melalui kemitraan dengan National Institutes of Health (NIH), mereka menemukan bahwa vaksin ini dapat melindungi monyet dari virus corona.  Pada bulan Maret 2020, vaksin ini pertama kalinya di uji coba pada manusia dan memberikan hasil yang menjanjikan.  Pada akhir Juli 2020 akan melakukan uji coba terakhir (fase 3) dengan memberikan vaksin kepada +/- 30.000 sukarelawan di sekitar 89 lokasi di seluruh Amerika Serikat.

 

Perusahaan Jerman BioNTech telah mengadakan kerja sama dengan Pfizer yang berbasis di New York dan juga dengan Fosun Pharma dari Cina untuk mengembangkan vaksin mRNA.  Pada bulan Juli, 2020 mereka memposting hasil awal dari uji coba Fase 1 / 2 di Amerika Serikat dan Jerman.  Hasilnya sangat menjajikan dimana para sukarelawan dapat menghasilkan antibodi terhadap SARS-CoV-2 (virus corona).  Beberapa sukarelawan mengalami efek samping seperti gangguan tidur dan sakit pada lengan. Pada akhir Juli 2020 mereka mengumumkan akan melakukan uji coba Fase 2 / 3 dengan 30.000 sukarelawan di Amerika Serikat dan negara-negara lain seperti Argentina, Brasil, Cina, dan Jerman.

 

Vaksin virus corona ini dalam pengembangan oleh perusahaan Inggris-Swedia AstraZeneca dan University of Oxford didasarkan pada “adenovirus” monyet simpanse yang disebut ChAdOx1.  Sebuah studi tentang monyet simpanse menemukan bahwa vaksin ini dapat memberi perlindungan kepada monyet simpanse terhadap virus corona.  Hasil uji coba Fase 1 / 2 pada bulan Mei 2020 memperlihatkan vaksin ini aman bagi manusia dan tidak menyebabkan efek samping yang parah.  Vaksin ini juga dapat meningkatkan antibodi terhadap virus corona serta meningkatkan kekebalan lainnya pada tubuh manusia.  Saat ini vaksin sedangdalam uji coba Fase 2 / 3 di Inggris, Brasil dan Afrika Selatan.

 

Perusahaan Cina milik negara Sinopharm meluncurkan uji coba Fase 3 pada bulan Juli 2020 di Uni Emirat Arab setelah menemukan bahwa vaksin virus yang sudah ada sebelumnya di kembangkan kembali sehingga dapat digunakan untuk memicu proses kekebalan dalam tubuh terhadap virus corona.  Menteri kesehatan Abu Dhabi adalah sukarelawan pertama yang disuntik dan 15.000 orang dijadwalkan untuk berpartisipasi secara total.  Pada bulan Juli, ketua Sinopharm mengatakan kepada media pemerintah China bahwa vaksin itu dapat siap untuk digunakan publik pada akhir tahun.

 

Sama seperti pada perusahaan Sinopharm, Perusahaan swasta Cina Sinovac Biotech juga sedang menguji pengembangan dari vaksin yang sudah ada sebelumnya.  Pada bulan Juni perusahaan mengumumkan bahwa hasil dari uji coba Fase 1 / 2 pada lebih dari 700 sukarelawan tidak menemukan efek samping yang parah dan menghasilkan respons yang baik untuk kekebalan tubuh terhadap virus corona.  Sinovac kemudian meluncurkan uji coba Fase 3 di Brasil dan negara lainnya pada bulan Juli 2020.

 

Vaksin Bacillus Calmette-Guerin dikembangkan pada awal tahun 1900-an sebagai perlindungan terhadap tuberkulosis.  Lembaga Penelitian Anak-anak Murdoch di Australia melakukan pengembangan terhadap vaksin ini untuk melawan virus corona.  Saat ini lembaga ini sedang melakukan uji coba Fase 3, dan beberapa uji coba lainnya juga sedang dilakukan untuk melihat apakah vaksin ini dapat melindungi tubuh terhadap virus corona.
 

 

Sumber : The New York Times - USA
Diterjemahkan secara bebas oleh : Raja Alkes

 

Tags/penandaan:

Related Articles: (1)

Leave Your Comment