Memahami Penyakit Meningitis

Memahami Penyakit Meningitis

Wednesday, Oct 25, 2017 0 comment(s)

Apakah Meningitis ?

Meningitis adalah infeksi yang relatif langka yang mempengaruhi selaput halus - disebut meninges (men-in'-jeez) - yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang.

  • Bacterial Meningitis (Meningitis Bakteri)
    Meningitis yang disebabkan oleh Bakteri dapat mematikan dan menular antara orang-orang dalam kontak dekat.
     
  • Viral Meningitis (Meningitis Virus)
    Meningitis yang disebabkan oleh Virus  cenderung tidak ganas dan kebanyakan orang akan sembuh sepenuhnya tanpa terapi tertentu.
     
  • Fungal Meningitis (Meningitis Jamur)
    Meningitis yang disebabkan oleh Jamur  adalah bentuk yang jarang dari meningitis dan umumnya hanya terjadi pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

Apa Penyebab Meningitis ?
Meningitis hampir selalu disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang dimulai di tempat lain di tubuh, seperti di telinga, sinus, atau saluran pernapasan bagian atas. Penyebab umum lainnya (tapi jarang terjadi) dari meningitis adalah infeksi karena jamur, gangguan autoimun, dan obat-obatan.
 

Bacterial Meningitis
Meningitis bakteri adalah penyakit yang sangat serius yang memerlukan perawatan medis segera. Jika tidak ditangani dengan cepat dan benar, dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat - atau menyebabkan kerusakan permanen otak dan bagian lain dari tubuh.

Meningitis bakteri disebabkan oleh salah satu dari beberapa bakteri. Bakteri yang paling umum menyebabkan meningitis pada anak-anak dan orang dewasa adalah Neisseria meningitidis (‘meningococcus’), Streptococcus pneumoniae (‘pneumococcus’) dan pada pasien yang lebih tua dengan penurunan imunitas, Listeria monocytogenes.

Sebelum vaksin Hib ditemukan, Haemophilus influenzae tipe b (Hib) adalah penyebab umum dari meningitis pada bayi dan anak-anak. Sekarang ini, vaksin juga tersedia untuk Neisseria meningitidis dan Streptococcus pneumoniae. Vaksin-vaksin tersebut direkomendasikan untuk semua anak-anak dan orang dewasa yang beresiko.

Meningitis bakteri tidak ditularkan dari kontak biasa, seperti dengan menghirup udara yang sama dengan orang yang terinfeksi didalam satu ruangan. Bakteri ini tidak hidup lama di luar tubuh manusia. Tapi bisa ditularkan dari jarak dekat (batuk atau bersin) atau lama kontak dengan orang yang terinfeksi. Bakteri yang menyebabkan meningitis ‘meningococcus’ tinggal di belakang hidung dan tenggorokan dan ‘dormant’ tanpa disadari oleh 10% sampai 25% dari populasi.

Dalam banyak kasus, meningitis bakteri berkembang ketika bakteri masuk ke dalam aliran darah dari sinus, telinga, atau bagian lain dari saluran pernapasan bagian atas. Bakteri kemudian melakukan perjalanan melalui aliran darah ke otak.

Oleh sebab itu, Jika sedang berada disekitar seseorang yang memiliki meningitis, segera hubungi dokter untuk bertanya langkah apa saja yang perlu diambil untuk menghindari infeksi.
 

Viral Meningitis
Pada umumnya, meningitis virus lebih sering dijumpai dari pada bentuk bakteri. Meskipun tidak selalu membahayakan, kita tetap harus waspada. Meningitis virus dapat dipicu oleh sejumlah virus, termasuk beberapa yang dapat menyebabkan diare.

Orang yang terkena meningitis virus kecil kemungkinan memiliki kerusakan otak permanen setelah infeksi sembuh. Sebagian besar penderita meningitis virus akan sembuh sepenuhnya.
 

Fungal Meningitis
Meningitis jamur sangat jarang dibandingkan dengan dua meningitis lainnya. Meningitis jamur jarang terjadi pada orang sehat. Namun, seseorang yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh seperti penyakit AIDS - lebih mungkin untuk terinfeksi meningitis.
 

Gejala Meningitis
Gejala bacterial meningitis biasanya muncul secara tiba-tiba sedangkan untuk viral meningitis dapat muncul secara tiba-tiba atau berkembang secara bertahap selama periode beberapa hari.

Gejala yang paling umum dari kedua bentuk meningitis meliputi :

  • Demam.
  • Sakit kepala parah dan terus-menerus.
  • Leher terasa kaku dan sakit, terutama ketika mencoba untuk menyentuh dagu ke dada.
  • Muntah-muntah.
  • Penurunan tingkat kesadaran, bingung, dan sulit kosentrasi.
  • Kejang-kejang.

Gejala lainnya adalah :

  • Lesu, nyeri otot, lemah, dan kesemutan atau rasa lemah diseluruh tubuh.
  • Mata menjadi sensitiv terhadap cahaya terang dan sakit.
  • Iritasi kulit.

Siapa Yang Paling Beresiko Terkena Meningitis ?
Siapapun dapat terkena semua jenis penyakit meningitis. Tetapi penelitian telah menunjukkan bahwa ada beberapa kelompok usia memiliki tingkat lebih tinggi terkena meningitis daripada yang lain :

  • Anak-anak di bawah usia 5
  • Remaja dan dewasa muda usia 16-25
  • Orang dewasa di atas usia 55

Penelitian telah menunjukkan bahwa meningitis lebih berbahaya bagi orang-orang dengan kondisi medis tertentu, seperti kerusakan limpa, penyakit kronis, atau gangguan sistem kekebalan tubuh.

Karena meningitis dapat menular melalui batuk dan bersin, wabah yang paling mungkin terjadi adalah di tempat-tempat di mana orang tinggal dan berinteraksi dalam jarak dekat termasuk orang-orang yang akan bepergian ke daerah-daerah di mana meningitis lebih umum, seperti bagian dari Afrika.

Namun perlu diingat, meningitis masih merupakan penyakit langka dan ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk meminimalkan risiko terkena penyakit ini :

  • Lindungi Dengan Vaksin
    Vaksin biasanya secara rutin diberikan pada anak-anak, tetapi juga dianjurkan untuk :
    • Siapapun yang telah terkena meningitis selama wabah
    • Siapa saja yang bepergian ke atau tinggal di mana penyakit ‘meningococcus’ adalah umum
    • Orang dengan gangguan sistem kekebalan tertentu/rusak atau kerusakan limpa
       
  • Hindari Penyebaran Penyakit Meningitis
    Kebersihan pribadi yang baik dapat membantu mencegah penyebaran penyakit :
    • Jangan berbagi makanan, gelas, botol air, atau peralatan makan.
    • Jangan berbagi saputangan/tissue atau handuk.
    • Jangan berbagi lip-gloss atau lipstik.
    • Cuci tangan sering dengan sabun dan air.

Perlu diingat : seseorang dengan meningitis bakteri dapat tetap menular selama sekitar 24 jam setelah mulai antibiotik atau vaksin.

  • Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
    • Menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat membantu mencegah kerentanan terhadap berbagai penyakit. Hal ini juga dapat membantu mencegah infeksi oleh virus dan bakteri yang menyebabkan meningitis.
  • Makan diet seimbang, kaya akan sayuran dan buah-buahan
  • Cukup tidur
  • Berolahraga secara teratur
  • Menghindari rokok, obat-obatan, dan alkohol

 

=== Diterjemahkan bebas oleh BuSur dari berbagai sumber ===

 

 

 

Leave Your Comment