OBESITAS DAN PENYAKIT-PENYAKIT YANG AKAN DIDERITANYA.

OBESITAS DAN PENYAKIT-PENYAKIT YANG AKAN DIDERITANYA.

Thursday, Jun 27, 2019 0 comment(s)

www.rajaalkes.com
The learning window from Ary Gunawan

BERDASARKAN sehatnegeriku.kemkes.go.id, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan adanya tren peningkatan proporsi obesitas pada orang dewasa. Riskesdas 2007 menunjukkan ada 10,5 persen, naik ke 14,8 persen di 2013, dan meningkat lagi menjadi 21,8 persen di 2018.

Pasien OBESITAS asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sunarti, dikabarkan meninggal dunia di rumahnya usai menjalani operasi pengecilan lambung (bariatrik) di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kasus meninggalnya orang akibat obesitas bukan kali pertama terjadi. Kasus ini bahkan menyerang remaja hingga selebritas Tanah Air.

 

Belajar dari beberapa kejadian OBESITAS di Indonesia akhir-akhir ini, penting bagi masyarakat untuk mengetahui berbagai penyakit yang mengintai akibat kelebihan berat badan. Berbagai penyakit ini mengintai jika seseorang mengalami berat badan berlebih.

PERTAMA : TEKANAN DARAH TINGGI

Jaringan lemak tambahan dalam tubuh membutuhkan oksigen dan nutrisi agar tetap hidup. Ini membuat pembuluh darah mengalirkan lebih banyak darah ke jaringan lemak dan meningkatkan beban kerja jantung.

Lebih banyak darah yang bersirkulasi berarti lebih banyak tekanan pada dinding arteri. Tekanan yang lebih tinggi meningkatkan tekanan darah. Selain itu, tambahan berat badan bisa meningkatkan detak jantung dan mengurangi kemampuan tubuh untuk mengangkut darah lewat pembuluh.

KEDUA : DIABETES

Obesitas menjadi penyebab utama diabetes tipe 2. Jenis ini sering terjadi pada orang dewasa, tapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada anak-anak. Obesitas juga menyebabkan resistensi terhadap insulin dan menyebabkan meningkatnya gula darah.

KETIGA ; PENYAKIT JANTUNG

Orang yang gemuk berisiko 10 kali lebih banyak terkena pengerasan pembuluh darah atau aterosklerosis. Penyakit arteri koroner juga bisa terjadi karena timbunan lemak menumpuk di arteri yang memasok jantung.

Penyempitan arteri dan berkurangnya aliran darah ke jantung bisa menyebabkan nyeri dada atau angina serta serangan jantung. Di sisi lain, gumpalan darah yang terbentuk di arteri yang menyempit dan menimbulkan stroke.

KEEMPAT : MASALAH PERSENDIAN

besitas juga berpengaruh pada kinerja lutut dan pinggul karena tekanan yang dibebankan pada persendian akibat berat tambahan. Operasi penggantian sendi yang banyak dilakukan bukan solusi tepat bagi mereka yang terkena obesitas karena berisiko tinggi, bahkan bisa menyebabkan kerusakan lanjutan.

KELIMA : MASALAH TIDUR DAN PERNAFASAN

Sleep apnea menyebabkan orang berhenti bernapas untuk sesaat. Hal ini mengganggu tidur malam dan menyebabkan rasa kantuk di siang hari. Kondisi tersebut juga menyebabkan dengkuran yang berat. Sementara itu, masalah pernapasan terkait obesitas terjadi ketika berat dinding dada bertambah dan menekan paru-paru sehingga napas menjadi terbatas.

KEENAM ; KANKER

Tidak banyak diketahui, obesitas ternyata juga meningkatkan risiko kanker. Pada wanita misalnya, kelebihan berat badan bisa menyebabkan kanker payudara, kantung empedu, dan rahim. Untuk pria, risiko terkena kanker usus besar dan prostat juga lebih tinggi.

KETUJUH ; SINDROM METABOLIK

Sindrom metabolik merupakan faktor risiko kompleks untuk penyakit kardiovaskular. Mereka adalah: obesitas perut, peningkatan kolesterol darah, peningkatan tekanan darah, resistensi insulin dengan atau tanpa intoleransi glukosa, peningkatan komponen darah tertentu yang mengindikasikan peradangan, serta peningkatan faktor pembekuan darah tertentu.

KEDELAPAN ; EFEK PSIKOSOSIAL

Dalam beberapa budaya, orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas sering terkait dengan kemalasan. Namun, bukan hanya itu faktor yang terkait dengan obesitas. Masalah mental bisa muncul pada orang obesitas akibat adanya bias, diskriminasi, bahkan stres.

KESEMBILAN : SEMBELIT

Obesitas juga merupakan salah satu penyebab sembelit, karena lemak dalam tubuh juga bisa mempercepat proses pengerasan kotoran di usus.

KESEPULUH : KEPIKUNAN

Kehilangan memori atau kepikunan juga berhubungan erat dengan OBSESITAS kadar kolesterol dan lemak yang tinggi , bisa menurunkan sel otak dan menyebabkan demensia serta bisa memicu penyakit Alzheimer.

KESEBELAS : BATU EMPEDU

Batu empedu adalah masalah serius, ini bisa dipicu oleh pengerasan lemak dan kolesterol di kantong empedu yang menyebabkan beberapa gejala yang menyakitkan. Salah satu penyebab utama penyakit batu empedu adalah OBESITAS, karena kelebihan lemak dan kolesterol.

KEDUABELAS : KANKER PROSTAT

Kanker prostat adalah salah satu jenis kanker yang paling umum pada pria, yang mempengaruhi kelenjar prostat. Kelebihan lemak bisa menyebabkan tumor kelenjar prostat, yang bisa memicu pertumbuhan sel kanker di daerah itu.

KETIGABELAS : KELAINAN ENDOKRIN

Kelenjar endokrin adalah kelompok kelenjar yang menghasilkan hormon penting bagi tubuh. Kelebihan lemak tubuh bisa mencegah produksi hormon hormon penting, sehingga terjadi ketidakseimbangan hormon.

KEEMPAT BELAS : INFEKSI JAMUR

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa orang-orang yang kelebihan berat badan atau OBESITAS. Lebih berisiko terkena infeksi jamur. Bila terlalu banyak lemak ada di dalam tubuh, keringat diproduksi lebih banyaj dan keringat inilah dapat menyebabkan infeksi jamur.

KELIMABELAS : KETIDAKSUBURAN

Kelebihan berat badan atau OBESITAS.dapat meningkatkan kemungkinan infertilitas pada wanita, karena ketidakseimbangan hormon. Selain itu, wanita gemuk berisiko lebih tinggi melahirkan prematur.

Agar diri kita lebih mengetahui Gejala – gejala serangan jantung tersebut, disarankan secara rutin mengukur tekanan darah, dengan dimonitornya tekanan darah, akan diketahui berapa tinggi tekanan darah kita, sehingga kita bisa mengantisipasinya dengan tepat dan akurat ( tersedia blood monitoring di www.rajaalkes.com, klik aja blood monitoring akan sampai didepan pintu rumah anda)

Sumber tulisan : artikel bebas di Internet, Kemenkes RI

Leave Your Comment