PENTINGNYA MENGUKUR TEKANAN DARAH SECARA RUTIN DI RUMAH

PENTINGNYA MENGUKUR TEKANAN DARAH SECARA RUTIN DI RUMAH

Monday, Jul 15, 2019 0 comment(s)

www.rajaalkes.com
The learning window from Ary Gunawan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi saat tekanan darah berada pada nilai 130/80 mmHg atau lebih. Kondisi ini dapat menjadi berbahaya, karena jantung dipaksa memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh, hingga bisa mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit, seperti gagal ginjal, stroke, dan gagal jantung.

CARA MENGUKUR TEKANAN DARAH

Tekanan darah dibagi 2 menjadi tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Tekanan darah sistolik adalah tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan tekanan darah diastolik adalah tekanan saat otot jantung relaksasi, sebelum kembali memompa darah.

Dalam pencatatannya, tekanan darah sistolik ditulis lebih dahulu dari tekanan darah diastolik, dan memiliki angka yang lebih tinggi. Menurut perkumpulan dokter jantung di Amerika Serikat, AHA, pada tahun 2017, tekanan darah diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Normal: berada di bawah 120/80 mmHg.
  • Meningkat: berkisar antara 120-129 untuk tekanan sistolik dan < 80 mmHg untuk tekanan diastolik.
  • Hipertensi tingkat 1: 130/80 mmHg hingga 139/89 mmHg.
  • Hipertensi tingkat 2: 140/90 atau lebih tinggi.

PENYEBAB DAN FAKTOR RESIKO

Tekanan darah tinggi seringkali tidak diketahui penyebabnya. Tetapi, ada beberapa kondisi yang dapat memicu tekanan darah tinggi, di antaranya:

  • Kehamilan
  • Kecanduan alkohol
  • Penyalahgunaan NAPZA
  • Gangguan ginjal
  • Gangguan pernapasan saat tidur

Meskipun bisa terjadi pada semua orang, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi, seperti:

  • Lanjut usia
  • Memiliki keluarga yang menderita hipertensi
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Jarang berolahraga

PENGOBATAN DAN PECEGAHAN HIPERTENSI

Menjalani gaya hidup sehat dapat menurunkan sekaligus mencegah hipertensi. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:

  • Konsumsi makanan yang sehat
  • Menjaga berat badan ideal
  • Rutin berolahraga
  • Berhenti merokok

Beberapa pasien hipertensi diharuskan mengonsumsi obat penurun tekanan darah seumur hidupnya. Oleh karena itu, penting untuk melakukan langkah pencegahan sedini mungkin, terutama bila Anda memiliki faktor risiko hipertensi.

KOMPLIKASI HIPERTENSI

Tekanan darah tinggi bisa merusak pembuluh darah dan organ-organ lain di dalam tubuh. Jika dibiarkan hipertensi bisa menimbulkan penyakit-penyakit serius, seperti:

  • Aterosklerosis
  • Kehilangan penglihatan
  • Terbentuk aneurisma
  • Gagal ginjal

Tekanan darah merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Terlalu tinggi atau terlalu rendah adalah hal tidak baik untuk kesehatan. Karena itu sangat penting untuk menjaga tekanan darah Anda tetap normal.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Bambang Widyantoro yang juga Ketua Panitia May Measurement Month mengatakan dari hasil pengukuran di tahun 2017 ditemukan bahwa 1 dari 3 orang dewasa dengan rerata usia 41 tahun mengalami peningkatan tekanan darah dan 1 dari 6 orang sudah mengkonsumsi obat penurun tekanan darah.
Secara “awareness”, 1 dari 10 orang baru pertama kali mengetahui bahwa tekanan darahnya di atas normal. Hal penting yang harus menjadi perhatian adalah sebanyak 7, 7% dari penderita hipertensi sudah pernah mengalami stroke, 15, 7% juga menderita penyakit jantung koroner, dengan lebih dari 19% masih merokok aktif dan 16, 2% dari penderita hipertensi juga menderita diabetes.
Survey ini juga menunjukkan bahwa hipertensi terbukti meningkatkan risiko stroke 11 kali lebih tinggi dan risiko serangan jantung koroner 8 kali lebih tinggi dibandingkan dengan yang tekanan darahnya normal. 'Oleh karena itu, semua orang dewasa diharapkan untuk melakukan pengukuran tekanan darah secara rutin, terutama penderita hipertensi agar dapat memantau target pengendalian tekanan darahnya dengan melakukan pengukuran di rumah, dan selalu berkonsultasi dengan dokter yang merawat, agar dapat menurunkan risiko komplikasi akibat hipertensi.
Melakukan pengukuran tekanan darah secara berkala di rumah, sangatlah penting untuk memahami teknik pengukuran yang benar. Yang dianjurkan adalah pengukuran pagi hari saat bangun tidur dan malam hari sebelum tidur, dengan 2-3 kali pengukuran selang 1 menit pada masing-masing waktu. "Sebaiknya dilakukan dalam posisi duduk bersandar, posisi lengan atas sejajar dada, dengan pemasangan kain lengan (cuff) yang tepat di lengan atas.
dr. Tunggul D. Situmorang SpPD-KGH, Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia atau Indonesian Society of Hypertension (InaSH) mengatakan bahwa Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh yang mempunyai pembuluh darah, antara lain jantung, ginjal dan otak. Karena hipertensi adalah silent killer,diperlukan upaya bersama secara berkelanjutan dalam rangka semakin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya hipertensi.
Oleh sebab itu jika telah berumur lebih dari 40 tahun dianjurkan secara rutin untuk mengukur tekanan darah di rumah, Yang dianjurkan adalah pengukuran pagi hari saat bangun tidur dan malam hari sebelum tidur, dengan 2-3 kali pengukuran selang 1 menit pada masing-masing waktu. "Sebaiknya dilakukan dalam posisi duduk bersandar, posisi lengan atas sejajar dada, dengan pemasangan kain lengan (cuff) yang tepat di lengan atas.

Untuk alat ukur tensi segera klik www.rajaalkes.com tersedia AUTOMATIC UPPER ARM BLOOD PRESSURE MONITOR DRCARE HL 888 dan Aneroid Spygmomometer anda akan terhindar dari resiko akibat hipertensi karena selalu memonitor setiap hari

Related Articles: (1)

Leave Your Comment